Ide Meringankan Kemacetan Solusi Anti Macet

10Oct/110

Serie penyebab kemacetan 4 : Gerobak air, gerobak dorong lawan arah.

Posted by Leo Kusima

Ketika kita membawa kendaraan, sering melihat gerobak air, gerobak sampah, dan gerobak-gerobak lain yang selalu jalannya lawan arah.

Memang, bagi grobaker, bila tidak lawan arah, dia sulit mengendali gerobaknya, kalo dia tidak lawan arah, ketika depan ada halangan dan ia mau memindah arah gerobak, ia takut tertabrak kendaraan dari belakang, karena grobak tidak memakai kaca spion.

Gerobak, karena ada beban berat, gerobak jalannya sangat pelan. Sangat menggangu arus lalulintas dan kelancaran lalulintas. Apalagi dishub dan polantas tidak pernah mengurus sang grobak ini, maka jika ada grobak berlawan arah, kita harus memperlambatkan kendaraan.

Gerobak air dan gerobak gerobak sampah, sebaiknya diganti dengan gerobak motor yang banyak dipakai untuk pengangkutan pengantaran air aqua dan gas, saya lihat cukup baik, kecepatan tidak terlalu rendah, dan pada umumnya mereka tidak lawan arah.

Pemda harus mengeluarkan larangan gerobak tenaga manusia, tenaga kerbau dan kuda, diganti dengan gerobak motor. Yang tidak patuh, ditindak.

Gerobak sampah, dapat koordinir dengan RT/RW, saya kira satu RT/RW membeli gerobak sampah motor tidak ada masalah. Paling-paling gerobak sampah didrop dari pemda, tidak seberapa.

Menyelesaikan gerobak air, pemda dan PAM harus membuat depot air sedekat mungkin dengan penghuni yang memerlukan, sehingga grobak air tidak berseliweran di jalan raya dan sedang. Hanya berseliweran di jalan kecil dan kampung, Cara yang paling baik, adalah setiap rumah kumuh dan miskin diberi fasilitas sambungan PAM dengan kategori pelanggan kumuh, setiap hari diberi 500 liter air, dan TIDAK DIPUNGUT BIAYA. Anggaplah jika ada pendidikan gratis sampai SMP, ini suatu kesejahteraan bagi rumah kumuh, batasnya sampai 500 liter per hari.

Dan effeknya, jalan lebih lancar.

10Oct/110

Serie penyebab kemacetan 3 : dimulut gang dan halte, banyak ojek mangkal

Posted by Leo Kusima

Di setiap mulut gang, rata-rata ada 20 Ojek memangkal, pemandangan ini boleh bilang terjadi di semua mulut gang besar dan kecil. Bahkan ditempat halte dan tempat penurunan penumpang non halte, ojeker berseliweran. Sekali lihat ada bus datang menurunkan penumpang, ojeker berani lawan arus untuk merebut penumpang. Pemandangan ini saya sering lihat di jembatan gantung, arah dari Pesing ke Tangerang.

Manusia ada semacam penyakit pembuluh jantung, yaitu penumpukan lemak (parkiran lemak) di pembuluh darah. Ojek dan Ojeker ini bagaikan lemak dalam pembuluh darah (dalam tempat mulut gang), sehingga kendaraan yang mau keluar masuk gang menjadi susah.

kalau kita mengalami penyakit lemak (kolestrol), maka dokter akan meberi obat untuk membersihkan lemak. kapan dokter (dalam hal ini pemda yang diwakili dishub dan polantas) membersihkan lemak-lemak ojek yang parkir dan malng melintang di halte bus?

Setelah lemak hilang, pasti jalan lebih lancar.

9Oct/110

Serie penyebab kemacetan 2 : tikungan tidak tumpul.

Posted by Leo Kusima

Ketika saya masih seorang pemuda, saya sering berjalan-jalan ke Puncak, membawa kendaraan sendiri. ketika tiba di daerah Puncak, sering melihat rambu-rambu dengan tulisan : ZZ, artinya, hati-hati tikungan tajam.

Tikungan tajam bearti mudah terjadi kecelakaan, saya berpikir.

di seluruh kota di Indonesia, bila suatu kendaraan keluar dari gang, maka sudut dari gang dengan jalan raya adalah 90 derajat, walaupun tidak terlalu tajam, tapi masih dikatagori “TAJAM”.

Kita perhatikan, bila mobil, apalagi truk keluar dari gang, mau masuk ke jalan raya, 90%, mereka tidak sanggup langsung masuk ke jalur paling kiri, kita perhatikan, roda depan kanan dari kendaraan tersebut akan menginjak garis lajur ke dua (dari kiri lajur), bahkan melebihi garis lajur. sehingga kendaraan yang ada dilajur kedua dari kiri, terpaksa menurunkan kecepatan, atau langsam. MAKA, DENGAN TURUNNYA KECEPATAN YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI, JIKA TERTUMPUK TERUS, JALAN JADI MACET. ada kecualian? ada! jika lajur paling kiri cukup lebar, lebih lebar dari 3,5 meter, maka peristiwa ini dapat dihindarkan.

Sedari ada bus-way, pemda mengambil satu lajur yang lebar untuk bus-way, sisa 2 lajur dibuat menjadi 3 lajur, maka jalan dilajur kiri menjadi sangat sempit. kemacetan terjadilah.

Mengapa demikian?

karena sudut 90 derajat, akan membuat roda kiri belakang tersentuh atau bahkan melindasi terotoar. sebaiknya, Dishub mengatur kembali seluruh tikungan di jalan Jakarta, agar ditukungan menjadi tikungan tumpul, dengan demikian, ketika mobil keluar masuk dari gang, tidak akan terjadi memakan lajur kendaraan lain. sudut yang tumpul yang ideal adalah 135 derajat, dan di tikungan tajam tersebut mundur 1 meter, maka akan merasakan kelancarannya. kemudian diantara lajur kiri pertama dan lajur kiri kedua, dibuat beton pemisah, sehingga kendaraan dilajur kiri kedua tidak terganggu oleh keluar masuknya kendaraan dari dan ke gang tersebut.

9Oct/110

Serie penyebat kemacetan 1 : Tidak jalan pada lajur.

Posted by Leo Kusima

Jika kita membawa kendaraan diluar negeri, kita harus berada dalam lajur, KEEP IN LINE.

Tetapi di Indonesia, peraturan ini tidak berlaku. Pengemudi kita sangat berbakat, berbakat jadi pilot, mereka suka membawa mobil/motor digaris. sepertinya pesawat terbang yang sedang mau take-off. Akibatnya, jalan jadi berantakan sama kendaraan.

Saya rasa semua orang ada pengalaman, jika kita mau sisir rambut, kalau rambutnya berantakan, ketika menyisir, pasti tersangkut melulu. Bahkan, sisir bisa patah (kecelakaan). Tetapi jika rambut kita rapi, sisirnya (melajunya) juga mudah.

Dishub dan Polantas tidak pernah memperhatikan hal ini, maka jalan jadi amburadul (soalnya penyebab tidak mau KEEP IN LINE adalah kekurangan jalan mungkin karena pemda tidak sanggup menyelesaikan masalah kekurangan jalan, sehingga mereka tidak memperhatikan masalah ini.

Sanggupkah dishub dan polantas menyelesaikan agar semua kendaraan KEEP IN LINE, maka kemacetan akan berkurang.

Andaikata polantas dan dishub mau ambil tindakan, juga bisa ditertawakan, banyak jalan, adalah 3 jalur, sampai ditengah-tengah, hilang satu lajur, sehingga menjadi 2 (dua) lajur, terjadi bottle neck. ya akibatnya, bisa tebak sendiri.

Saya SANGGUP!

16Sep/110

Apa Policy yang Tepat Menyelesaikan Kemacetan Kota Metropolitan?

Posted by Leo Kusima

Apa Policy yang tepat menyelesaikan kemacetan kota Metropolitan?

Kelihatannya penyelesaian kemacetan lalulintas sampai sekarang belum ada titik terang. Mengapa saya katakan begini? Karena saya tidak melihat ada rencana jangka panjang yang akan dipakai oleh pemda.

16Sep/110

Menyelesaikan Kemacetan Lalu Lintas DKI dengan Membuat Jalan Layang Khusus Motor

Posted by Leo Kusima

Jalan layang khusus kendaraan bermotor beroda kurang dari empat

(No Patent ID P0027150 )

Menjadi Gubernur DKI dan kota-kota besar sungguh berat, salah satu pekerjaan berat adalah masalah kemacetan lalulintas.

Kemacetan lalulintas telah membuat sistim perekonomi khususnya di Jakarta menjadi tidak effisien. Menurut data Harian Kompas, kemacetan telah menghabiskan BBM yang terbakar percuma sebesar Rp: 12,8 triliun. Perlu diingatkan, bahwa dalam Rp: 12,8 Triliun tersebut, belum termasuk biaya subsidi BBM pemerintah. Bila dihitung bersama biaya subsidi BBM, biaya ini bisa membengkak menjadi 17 trilin sampai dengan 18 triliun Rupiah. Bahkan menurut informasi dari Kadishub Jakarta yang dimuat dimesia kerugian termasuk waktu terbuang, polusi dan lain-lain mencapai 35 triliun per tahun.

14Sep/110

Sekarang penumpang Angkot juga diperkosa oleh supir angkot dkk.

Posted by Leo Kusima

Saya baca berita di detik.com, bahwa 9 September 2011 ada seorang karyawati pulang (malam) diperkosa oleh komplotan supir angkot, setelah melaporkan ke polisi, tidak ada hasilnya, sehingga pada 13 September 2011, karyawati tersebut menunggu ditempat yang sama, dan naik angkot, ketemu dengan si pemerkosa tersebut, dan berhasil menangkapnya.. saya puji keberanian dari karyawati tersebut.

Karyawati Diperkosa di Angkot, Lalu Tangkap Pelakunya Sendiri

Seorang karyawati perusahaan swasta, RS (28), menjadi korban pemerkosaan kawanan pria hidung belang. Ia diperkosa secara bergilir oleh 2 orang pelaku di dalam angkutan kota (angkot).

14Sep/110

Mencegah peristiwa perkosaan oleh supir taksi terhadap penumpang wanita

Posted by Leo Kusima

Mencegah peristiwa perkosaan oleh supir taksi terhadap penumpang wanita

Sungguh memilukan, berita dikoran melaporkan penumpang wanita sering diperkosa oleh kelompok supir-supir biadab. Selain diperkosa, hartanya juga ludes dirampas, bahkan uang di ATM pun dikuras.

Saya mempunyai suatu ide, yang mungkin dapat mengurangi peristiwa yang memilukan tersebut, saya harap masyarakat dapat menyempurnakan ide saya.

15Jan/111

Kapolda Metro Nilai Busway Memonopoli Jalan

Posted by Leo Kusima

Jakarta, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman menyebut jika busway telah memonopoli jalanan. Karena, sebagian jalan dipangkas untuk kepentingan busway. "Sebenarnya kalau kita mau monopoli, busway ini kan monopoli, buat jalan
sendiri kayak monorel. Kan ini jalur sudah lama (ada)," kata Sutarman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (07/01/2011).

15Jan/110

Kapolda: Busway Sebaiknya Buat Jalan Sendiri

Posted by Leo Kusima

Jakarta - Sejumlah bus TransJakarta ada yang menggunakan jalan reguler bahkan masuk ke tol. Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman menyarankan agar busway membuat jalan sendiri.

"Sebaiknya membuat underpass atau jalan layang sendiri," kata Sutarman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (6/1/2011).

Pengamatan detikcom, jalur busway Koridor IX (Pinangranti-Pluit) di Jl Gatot Subroto, beberapa titik jalur tersebut menumpang di pintu masuk tol seperti Pintu Tol Semanggi, Pintu Tol Senayan, Pintu Tol Tebet, Pintu Tol Kuningan, Pintu Tol Mampang. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Slipi dan Grogol.