Pandangan dari sudut para pakar
Banyak pakar dan pemimpin kita berpikir penyelesaian kemacetan lalulintas harus dengan melarang produksi sepeda motor (karena motor telah menelan banyak korban jiwa).
Saya ingin menanya kepada pakar yang tidak setuju dengan sepeda motor, setujukah anda dunia yang hijau, galakan sepeda, sepeda listrik, motor bermesin dibawah 50 cc dan motor listrik? Jika setuju, dalam keadaan sekarang jumlah jalan yang tidak cukup/tidak memadai, dimanakah pengemudi sepeda, sepeda listrik, motor 50 cc dan motor listrik harus mengemudi di jalan raya? Berbaur dengan kendaraan beroda empat, roda empat plus (truk dan truk kontainer)? Saya bisa bilang korban jiwa akan tambah banyak.
PROBLEM UTAMA DI KOTA BESAR DI INDONESIA ADALAH KEKURANGAN LUAS JALAN, SERTA MENYATUKAN KENDARAAN CEPAT DENGAN KENDARAAN LAMBAT DISATU RUAS JALAN. Karena luas jalan tidak cukup, sehingga menimbulkan ketidak disiplinan berkendara.
a. Masalah motor banyak menelan korban, akan menurun dratis bila seluruh motor/sepeda digiring berjalan di "jalan layang khusus roda dua" dan jalur motor/sepeda. Di jalan raya, bila terjadi serempetan atau tabrakan antara mobil/truk dengan motor, kualitas tabrakan/serempetan akan dahsyat yang bisa membuat hilangnya nyawa. Tetapi bila terjadi tabrakan antara motor di "jalan layang khsus roda dua", di "jalan layang khusus roda dua", semua kendaraan satu arah, sehingga jika terjadi senggolan, atau tabrakan, kualitas tabrakan akan rendah, karena masa motor kecil. Dengan demikian, para pakar tidak perlu kawatir korban jiwa yang terjadi di "jalan layang khusus roda dua". Dengan kurangi tenaga mesin motor, bisa mengurangi banyak korban jiwa lagi.
b. "Jalan layang khusus untuk motor" bukan jalan Tol, sehingga tidak dipungut biaya. Karena pengemudi sepeda dan motor akan merasa aman, nyaman dan hemat di "jalan layang khusus untuk motor", maka jika network jalan layang untuk motor telah dibangun, 70% kendaraan motor akan menggunakan jalan layang khusus roda dua.
Leo Kusima
August 6th, 2010 - 11:22
Setuju jika mesin motor di turunkan menjadi 50 cc, biar tidak banyak yang mati.
Tetapi sesungguhnya, banyaknya korban lebih banyak disebabkan pengemudi motor sifatnya ambulradur. perlu di cek, apakah korban motor kebanyakan dari suku yang sifatnya keras, kasar?