Ide Gila : Membangun jalan khusus roda dua trans Jawa
Mudik pulang kampung berkumpul dengan keluarga merupakan kultur penting orang Jawa. Orang Jawa sangat mementingkan kumpul pada saat-saat hari besar seperti lebaran atau long week-end (liburan panjang). Tetapi mengendara motor pulang kampung sering berhasil tragedi, tidak jarang satu keluarga jiwa melayang dalam perjalanan. Jika naik kendaraan umum sering merupakan beban berat bagi pekerja biasa, karena pulang satu keluarga (minimum 2 orang) bukanlah biaya kecil.
Jika pada suatu hari, pajak pembuatan jalan yang terkumpul bisa mewujudkan kelancaran lalulintas di kota besar misalnya Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Palembang, Yogya, Makasar, maka bukan mustahil kita bisa membangun trans Jawa, mulai dari Anyer sampai Banyuwangi, suatu jalan 2 x 4 lajur motor.
Dengan adanya lajur ini, lalulintas antar kota akan menjadi LEBIH AMAN DAN NYAMAN BAGI PENGENDARA MOTOR. Tiada tangisan air mata lagi bagi orang tua-nya di kampung yang menunggu kedatangan sanak saudaranya, yang ternyata tewas di jalan, juga waktu tempuh menjadi lebih cepat dan nyaman karena tidak perlu berpacu di jalan raya dengan kendaraan besar.
Leo Kusima
August 5th, 2010 - 00:22
saya setuju pak dengan lajur khusus sepeda motor, apalagi katanya di jakarta saja dalam satu hari terjual sekitar 900 sepeda motor perhari. Kalau tidak dibangun lajur khusus akan sangat kacau jadinya. sebenarnya Kalantas Polda metro sudah memulai dengan sepeda motor di lajur kiri beberapa tahun lalu. Tapi kenapa tidak diteruskan. Padahal diyakini dapat mengurangi angka kecelakaan. Revolusi jalur kendaraan harus dimulai sekarang juga. kalau tidak saya tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya lalu lintas kita 10 tahun kedepan. Revolusi yang cukup berhasil dalam bidang lalu lintas saya kira bisa dilihat dari lalu lintas korea selatan
August 5th, 2010 - 09:09
Bung Ilham,
Mungkin setelah Jakarta MACET TOTAL baru pemerintah akan memperhatikan masalah lalulintas.
Walaupun saya rasa ide sdr. Leo ada sedikit gila, tapi saya rasa mungkin bisa menyelesaikan sebagian masalah lalulintas.
Memang kalo motor disatukan dengan mobil di jalan raya, kurang baik, jalan menjadi kacau, dan banyak korban jiwa.
August 5th, 2010 - 16:05
Jikalau menunggu sampai MACET total baru berusaha menyelesaikan masalah kemacetan, bearti sudah terlambat. Sistim ekonomi Indonesia akan menjadi SUPER HIGH COST SOCIETY (MASYARAKAT EKONOMI SANGAT TINGGI), kita akan kalah bersaing dengan negara lain.
Mudah-mudahan ini tidak terjadi.
August 11th, 2010 - 13:30
Mendengar berita di TV 10 hari yang lalu, bahwa gubernur Jatim juga berpendapat sudah harus buat jalan tol untuk motor.
pak Gubernur, pengemudi motor rata2 orang tidak mampu, jangan dikenakan Tol, seharusnya gratis dong.
August 11th, 2010 - 13:31
kalo bisa ada jalan layang khusus motor seperti idenya pak Leo, jadi nanti arek Suroboyo mau udik, tinggal naik motor, aman dan nyaman.
September 14th, 2010 - 13:00
Saya tunggu terealisasi Ide Gila ini. Alangka indahnya jalanan sudah tidak macet. Disamping menghemat bahan bakar juga energi yg terbuang karena macet.
September 14th, 2010 - 17:19
kapan pemerintah DKI mau menyelesaikan kemacetan lalulintas? saya dengar SBY bahkan sudah nyerah mau memindahkan ibukota? Ini bearti Foke dan para stafnya tidak becus.