Pimpinan pemprov DKI masih mempunyai rasa anti sepeda motor yang berlebihan
Bagaimana menyelesaikan masalah lalulintas di kota besar seperti DKI Jakarta? Kita harus menghitung daya angkut para moda kendaraan dan daya tampung jalan yang ada (dan akan datang).
1. KRL, dengan 340 gerbong, daya angkut per hari 400,000 penumpang per hari. (Kompas 28 Juli 2010 halaman 21)
2. Bus Trans Jakarta denga 389 Bus, daya angkut 200,000 penumpang per hari. (Kompas 29 Juli 2010 halaman 1)
3. Bus umum dan angkot, jumlah 256,300 (data Kompas tanggal 8 Oktober 2007 halaman 1), diperkirakan daya angkut 30 juta s/d 50 juta penumpang per hari.
4. Mobil pribadi 2,219,765, daya angkut diperkirakan 15 juta penumpang. (Kompas 26 Juli 2010 hal 1)
5. Motor Pribadi 7,747,768, daya angkut diperkirakan 25 juta penumpang. (Kompas 26 Juli 2010 hal 1)
Dilihat dari perkiraan tabel tersebut diatas, harus diperhatikan bahwa daya angkut motor menduduk rangking ke dua. Rasa bermusuhan dengan sepeda motor yang berlebihan sebetulnya tidak menyelesaikan masalah. Jikalau pemprov DKI menganggap sepeda motor itu sebagai Bus "pribadi" yang eksisting, yang dibeli dengan daya beli penduduk DKI, tidak ada biaya investasi, operasi dan pemeliharaan dari APBD DKI, yang diperlukan hanya penyediaan lahan jalanan. Sebetulnya pemprov DKI lupa atau tidak melihat potensi tersebut.
Apalagi pengguna motor pribadi betul betul dapat menikmati perjalanan full OD (Originate--Destination), dari awal start sampai tujuan, dapat dilayani dengan motor tersebut, tidak ada pemindahan rute dan lain sebagainya.
Memang, problem motor adalah, harus mengemudi satu ruangan dengan mobil/truk/bus, sehingga sering terjadi kecelakaan, yang memakan 80% dari total jumlah korban. Tetapi, ini semua terjadi karena luas jalan tidak mencukupi jumlah kendaraan yang ada sekarang, serta motor/sepeda ada disatu ruangan dengan kendaraan kelas berat. Jika menyediakan jalan yang cukup dan memisahkan kendaraan cepat dan berat (Mobil/Bus/Truk) dengan kendaraan ringan (Sepeda dan sepeda motor), maka masalah akan terselesaikan 50%.
Leo Kusima
Enjoy this article?
Fatal error: Allowed memory size of 33554432 bytes exhausted (tried to allocate 524288 bytes) in /usr/home/ancientsoftware/public_html/patent.kusima.org/wp-includes/load.php on line 552