Apa Policy yang Tepat Menyelesaikan Kemacetan Kota Metropolitan?
Apa Policy yang tepat menyelesaikan kemacetan kota Metropolitan?
Kelihatannya penyelesaian kemacetan lalulintas sampai sekarang belum ada titik terang. Mengapa saya katakan begini? Karena saya tidak melihat ada rencana jangka panjang yang akan dipakai oleh pemda.
Ide Gila : Membangun jalan khusus roda dua trans Jawa
Mudik pulang kampung berkumpul dengan keluarga merupakan kultur penting orang Jawa. Orang Jawa sangat mementingkan kumpul pada saat-saat hari besar seperti lebaran atau long week-end (liburan panjang). Tetapi mengendara motor pulang kampung sering berhasil tragedi, tidak jarang satu keluarga jiwa melayang dalam perjalanan. Jika naik kendaraan umum sering merupakan beban berat bagi pekerja biasa, karena pulang satu keluarga (minimum 2 orang) bukanlah biaya kecil.
Dari mana sumber dana untuk membangun jalan layang khusus untuk dua roda
Mungkin ide membuat "JALAN LAYANG KHUSUS UNTUK DUA RODA" baik, tapi dari mana kita bisa mendapat dana untuk membangunnya?
Saya membaca KOMPAS, tanggal 27 Juli 2010 halaman 15, bahwa pemasukan pemda DKI dari pajak kendaraan bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) tahun 2010 diperkirakan 6,92 triliun. Pajak yang digunakan untuk keperluan transportasi kurang dari 2 triliun.
Pimpinan pemprov DKI masih mempunyai rasa anti sepeda motor yang berlebihan
Bagaimana menyelesaikan masalah lalulintas di kota besar seperti DKI Jakarta? Kita harus menghitung daya angkut para moda kendaraan dan daya tampung jalan yang ada (dan akan datang).
1. KRL, dengan 340 gerbong, daya angkut per hari 400,000 penumpang per hari. (Kompas 28 Juli 2010 halaman 21)
Pandangan dari sudut para pakar
Banyak pakar dan pemimpin kita berpikir penyelesaian kemacetan lalulintas harus dengan melarang produksi sepeda motor (karena motor telah menelan banyak korban jiwa).
Mengapa rakyat Indonesia memilih kendaraan pribadi?
1. Jika memakai mobil pribadi atau motor pribadi, kita bisa berangkat dari awal sampai tujuan dengan pasti waktunya. Bila dengan kendaraan umum, jika pada jam sibuk, sering penuh. Bila tidak penuh,, kendaraan umum sering melakukan ngetem yang membuat waktu perjalanan jadi lama.
2. Khusus mobil pribadi, keamanannya lebih terjaga, karena tidak seluruh jalan di Indonesia terjamin keamanannya. Dengan taksi, pernah banyak kali terjadi perampokan bahkan perkosaan terhadap penumpang wanita.